Alhamdulillah, sudah setahun kegiatan pengajian berjalan di kantor.
Di tengah kesibukan pekerjaan, target penjualan, melayani customer, mengejar deadline pengiriman, dan berbagai urusan bisnis lainnya, kami mencoba menyeimbangkan semuanya dengan menyediakan waktu untuk membaca Al-Qur’an, mengkaji, dan mentadabburinya.
Saya menginginkan kantor kami bukan hanya tempat bekerja dan mencari nafkah. Kalau Allah memberikan kita sedikit kuasa di dalamnya, kenapa gak digunakan untuk mendorong hadirnya lebih banyak kebaikan?
Tentu PR-nya bukan sekadar membaca Al-Qur’an. PR terbesarnya adalah mengamalkannya.
Bagaimana nilai-nilai Al-Qur’an hadir dalam cara kita bekerja, melayani customer, menjaga amanah, berbicara kepada rekan kerja, memimpin tim, dan mengambil keputusan.
Alhamdulillah, tim kami cukup antusias mengikuti kegiatan ini.
Tapi entah juga… mereka antusias karena memang ingin mengaji atau karena gak enak hati sama bos-nya. Hehe.
Tapi kemudian saya berpikir, kebaikan memang kadang harus didorong di awal.
Bangun pagi perlu alarm. Olahraga perlu disiplin. Belajar perlu dipaksa melawan rasa malas.
Begitu juga dengan kebaikan. Mungkin awalnya karena diajak. Mungkin karena ada aturan. Mungkin karena sungkan kepada atasan.
Gak masalah.
Semoga yang awalnya terpaksa, lama-lama menjadi terbiasa. Yang awalnya terbiasa, menjadi kebutuhan. Dan yang awalnya kebutuhan, akhirnya menjadi kecintaan.
Alhamdulillah Allah karuniakan saya posisi sebagai owner. Saya menyadari, kuasa yang diberikan Allah bukan hanya untuk menentukan target, mengatur pekerjaan, atau mengambil keputusan bisnis.
Ada amanah untuk menggunakan kuasa itu dalam mendorong kebaikan.
Saya ingin Kawan Listrik bukan hanya menjadi tempat orang mencari penghasilan, tetapi juga menjadi tempat orang bertumbuh. Bertumbuh secara profesional, sekaligus menjadi manusia yang lebih dekat kepada Allah.
Karena kita boleh mengejar omzet setinggi-tingginya. Boleh membangun perusahaan sebesar-besarnya.
Tapi jangan sampai perusahaan semakin besar, sementara hati kita semakin jauh dari Allah.
Semoga dari ruang kecil ini lahir kebiasaan-kebiasaan baik yang terus hidup, bahkan ketika suatu hari saya gak perlu lagi mengingatkan.
Semoga setiap ayat yang kami baca bukan hanya menjadi bacaan, tetapi menjadi petunjuk dalam bekerja, berdagang, memimpin, dan menjalani kehidupan.
Bismillah. Kita bangun bisnis untuk dunia, dan semoga Allah menjadikannya jalan menuju keberkahan akhirat.

0 Komentar