Kegiatan 17 Agustus 2026 di Perumahan Ciakar Suites Residence akhirnya usai digelar. Malam puncak pembagian hadiah berlangsung meriah. Ada penampilan taekwondo anak-anak, Mahalul Qiyam, sampai tari semut dari anak-anak balita.
Para warga sekaligus orang tua tampak antusias menyimak satu per satu pembagian hadiah. Ada yang sibuk mengabadikan momen, ada yang ikut bersorak, dan anak-anak tentu saja paling semangat menunggu namanya dipanggil.
Ini tahun ketiga saya dan keluarga merayakan 17 Agustusan di Perumahan CSR.
Selama tiga kali ikut mengadakan kegiatan, saya melihat banyak dinamika sosial di antara kami. Mungkin ini bagian dari proses kami saling beradaptasi, karena kami semua datang dari latar belakang yang berbeda. Berbeda kebiasaan, cara berpikir, karakter, bahkan cara melihat persoalan.
Perlu waktu bagi kami untuk menjadi dewasa dan belajar saling bertenggang rasa.
Tidak semua hal harus sama. Tidak semua warga harus memiliki cara pandang yang sama. Dan mungkin memang begitulah kehidupan bertetangga. Yang penting adalah bagaimana kita bisa menekan ego masing-masing, lalu belajar menghargai satu sama lain.
Ini yang coba saya lakukan.
Saya mencoba merangkul semua orang, semua warga, meskipun saya bukan siapa-siapa di sini.
Di perumahan yang masih relatif baru ini, kami bahkan belum punya struktur sosial seperti RT ataupun RW. Tapi ternyata, ketiadaan struktur itu tidak harus menjadi alasan untuk tidak saling mendukung dan menjaga lingkungan tetap harmonis.
Memang ada satu-dua percikan antarwarga. Bahkan kegiatan lomba dalam satu perumahan sempat harus terbagi menjadi dua kubu.
Tapi saya memilih melihatnya sebagai bagian dari proses pendewasaan kami sebagai warga. Proses belajar bersosialisasi, belajar memahami, belajar mengalah, dan belajar bahwa hidup bersama memang tidak selalu berjalan sesuai dengan keinginan kita.
Seperti Bhinneka Tunggal Ika. Kita semua berbeda, tapi kita semua tetap satu.
Kalau prinsip ini bisa kita pegang bersama, mudah-mudahan tidak ada lagi emosi dan ego yang terlalu dikedepankan. Yang didahulukan adalah kepentingan bersama.
Karena kita hidup bertetangga, bersuku-suku, berbangsa dan sebagai warga negara.
Bahkan Rasulullah SAW pernah menggambarkan begitu pentingnya hubungan dengan tetangga. Ketika Malaikat Jibril terus-menerus berwasiat tentang tetangga, sampai Rasulullah hampir mengira bahwa tetangga akan mendapatkan hak waris.
Sebegitu pentingnya tetangga dalam Islam.
Maka mudah-mudahan ke depan, Perumahan CSR semakin guyub, semakin harmonis, dan semakin nyaman untuk ditinggali.
Karena pada akhirnya, kenyamanan sebuah rumah bukan hanya karena megah bangunannya.
Tapi juga karena nyaman tetangganya.

0 Komentar